20 May 2015

Hachiko Kisah Anjing Yang Setia

Kisah ini adalah kisah nyata tentang seekor anjing yang bernama "Hachi". Cerita berawal di tahun 1923 di sebuah keluarga Masae yang memiliki anjing betina yang melahirkan 5 anak anjing. Keluarga Masae ingat pada pesan Prof Ueno,untuk memberinya seekor anjing jika anjing nya melahirkan.

Keluarga Prof Ueno banyak yang kurang setuju akan ke hadiran anjing di rumah itu.
Sang istri pernah memelihara anjing,namun  ajingnya meninggal dan membuat kesedihan yang mendalam di keluarga Ueno.Sang istri tidak mau memelihara anjing lagi,namun  putrinya "Chizuko", sangat mengiginkan anjing.

Hachi tiba juga di rumah Prof Ueno, setelah menempuh perjalanan dari Akita ke Tokyo Shibuya.Walau Hachi agak kelihatan lelah. Sang istri tetap tidak mau campur tangan
dalam perawatan. Bertepatan Hachi datang ke rumah tersebut sang putri telah di pinang oleh pacarnya dan segera melangsungkan pernikahan,lalu tinggal di kediaman sang suami"Moriyama".
Hachi yang semula Chizuko lah yang ingin merawatnya,seketika itu pula di lupakan.
Chizuko sendiri tidak pernah merawat anjingnya yang terdahulu,hanya sekedar bermain saja.
Prof Ueno telah menyayangi Hachiko,walaupun sang istri kurang setuju dengan kehadiran Hachi.

Di mulailah cinta kasih antara tuan dan anjingnya.
Hachi semakin dekat dengan tuannya,mandi bersama, bermain bersama dan juga tidur bersama yang membuat sang istri sedikit kesal,karena perhantian sang suami sepenuhnya kepada Hachi. Prof Ueno setiap pagi pergi mengajar ke sebuah kampus dengan naik kereta.Hachi selalu mengantar dan menjemput tuannya setiap hari.
Walau hachi tidak tahu jam,namun hachi selalu tahu kapan tuannya pulang.
Dalam cuaca apapun,panas,hujan bahkan salju Hachi selalu setia mengantar dan menjemput
tuannya di depan stasiun kereta Shibuya.

Di suatu pagi,tepatnya tanggal 21 mei 1925 ,seperti biasanya Prof Ueno pergi mengajar namun Hachi tidak seperti biasanya.
Hachi menyalak terus dan seperti engan mengantar tuannya pergi.Namun tetap pergi jua dengan wajah lesu,dan itulah pertemuan yang terakhir Hachi dengan tuannya.
Ketika Prof Ueno tengah mengajar di depan siswa nya,tiba-tiba dia terjatuh dan seketika meninggal.Prof Ueno terkena pendarahan otak.
Di upacara kematian tuannya Hachi menyalak sedih,seperti ingin melihat muka tuannya.

Istri Prof Ueno,memilih hidup dengan anak dan menantunya dan menjual rumah mereka.Sang istri tidak mau mengingat kesedihan dan kenangan akan rumah itu,begitu pun Hachi. Sang istri menitip kan Hachi ke sebuah rumah kerabat di daerah Asakusa.

Hachi selalu merasa tuannya masih hidup,Hachi mendatangi rumah lama di Shibuya. Entah bagaimana dia bisa ke Shibuya dari Asakusa.Meski kerap di usir oleh penghuni rumah baru yang tak menyukai anjing hachi tetap singgah di rumah tersebut.Meski banyak yang memberi tahu bahwa tuannya telah meninggal Hachi  tetap pergi ke stasiun shibuya untuk menunggu
kepulangan tuannya, sampai tidak ada lagi yang keluar dari stasiun di karenakan telah larut malam.

Setiap hari dia melakukannya dan sampai bertahun-tahun dia tetap menunggu tuannya
tak perduli hujan,badai atau salju lebat,Hachi tetap setia menunggu.
Hinga suatu hari di tahun 1928 berita tentang anjing yang setia hachi masuk koran dan terbaca oleh  istri Profesor. Sang istri menengok hachi dan benar-benar kaget.

Banyak yang simpati pada Hachi tapi hachi tetap dengan tujuannya yaitu menunggu tuannya.  Di tahun 1934 keadaan tubuh Hachi pun semakin memburuk di karenakan usia dan penungguan panjangnya . Di tahun 1935 bulan maret tanggal 8 hachi pun meninggal dalam dinginnya badai salju di depan stasiun Shibuya,setelah 9 tahun lamanya dia menunggu.
 Untuk mengenang kisah anjing yang setia ini,di buatlah patung hachi yang bisa di jumpai di stasiun  Shibuya Tokyo sampai sekarang.
Patung untuk mengenang Hachi pun terdapat di National Science Museum Of Ueno Tokyo.

Film Hachi yang di produksi di tahun 1987 ini masih bisa  di saksikan dengan berbagai bahasa di Youtube. Kisah Hachi ini pun telah di tulis dalam novel,mangga,dan film anime.Terakhir Amerika memproduksi film Hachi yang di bintangi Richard Gere,walau sedikit berbeda tapi tetap dalam kisah yang sama.


Salam
Daisy


No comments:

Post a Comment